Setara SMA

Dua Puluh persen anggaran pendidikan dari pemerintah hanya berisi perseteruan antar lembaga, guru, dan murid baik dari sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi dengan identitas pendidikan yang berbeda.

Kompetisi tanpa produktivitas ini sudah seharusnya diakhiri, kalau pendidikan dimafhumi sebagai sebuah proses kemanusiaan. Menemukan kesejatian kemanusiaan seorang individu pembelajar. yang belajar dari konteks dan situasi sosial yang ada.

Pendidikan memperebutkan anggaran. Pendidikan memperebutkan nasi. Pendidikan bukan untuk berproduksi, pendidikan hanya untuk memanipulasi siswa siswi.

Arah dari pendidikan SMA ini untuk mematangkan seorang siswa mengenal kehidupan sosial yang senyatanya. Ditengah galau usia, sweet seventeen dan kepungan aneka macam barang bermerek, dan tawaran-tawaran kebiri hasrat dalam ruang dugem, internet, televisi dan asyiknya bepergian keluar negeri.

Anak SMA akan menanjak ke arah kurikulum diri yang mandiri dan matang tanpa tercerabut dari kesadaran sosial. Bahwa life skill tidak semata berorientasi bisnis pribadi. sebab dalam bisnis secara tidak langsung, yang sosial juga turut berperan bagi hidup matinya bisnis tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s