Sinopsis Oliver Twist (Charles Dickens)

Posted: Juni 20, 2012 in Klasik Barat, Sastra
Tag:, , , ,

Oliver Twist itulah nama yang diberikan oleh direktur rumah penampungan. Oliver Twist lahir tanpa pernah tahu siapa ibunya yang meninggal sejak melahirkannya. Dari penampungan Oliver mengenal dunia yang kelam, betapa kejamnya siksaan dan merasakan betapa pelitnya makan sup di dalam penampungan. Itulah yang membuat Oliver pada suatu saat marah dan secara sengaja memilih untuk nekat meminta jatah makan. Inilah penyebab ia terusir dari rumah penampungan untuk selanjutnya ia dipungut ke rumah keluarga Oblownsky.

Di Rumah keluarga Oblownsky ini Oliver diperlakukan seperti seorang budak. Di rumah keluarga Oblownsky yang terdiri dari sepasang suami istri, seorang pembantu dan satu anak laki-lakinya, hanya Mr. Oblownsky yang punya simpati terhadap Oliver. Di tempat keluarga Oblownsky, ia mendapat jatah makan yang lebih layak daripada di penampungan (sisa makanan anjing).

Sampai tiba, terjadi perkelahian antara Oliver dengan anak laki-laki keluarga Oblownsy yang dipicu karena penghinaan atas siapa ibu Oliver. Sejak saat itulah, Oliver dianggap teror yang mengancam keluarga tersebut. Pukulan dan siksaan setiap hari ia terima dari keluarga Oblownsky. Kesulitan ini memaksa Oliver, merencanakan untuk pergi meninggalkan kediaman keluarga Oblownsky untuk menuju ke London.

Perjalanan Oliver ke London mengenalkannya dengan seorang bocah bernama Jack, lengkapnya Jack Dawkins. Jack adalah seorang pencopet yang bekerja sepanjang hari untuk Fagin. Jack membawa Oliver bersama tinggal di tempat Fagin.  Fagin adalah seorang boss berandalan kecil yang sudah tua. Ia berwajah sangat hitam menyeramkan. Di tempat Fagin inilah, Oliver mengenal Nancy, dan Bill Sikes yang menjadi komplotannya nanti. Di London, Oliver hidup dengan keras. Fagin mengajarkan teknik teknik mencopet kepada Oliver.

Akhirnya tiba saatnya Oliver mencoba keahliannya mencopet bersama Jack dan seorang temannya. Namun naas, pada aksi pertama pencopetan sapu tangan ia kepergok umum yang menyebabkannya digebukin banyak orang. Oliver mencoba berkelit dengan menuduh dua orang temannya sebagai pelakunya, namun sayang amarah massa yang sudah memuncak tak dapat tertahankan sehingga Oliver harus menerima pukulan dan pentungan yang membuat memar dan luka di sekujur tubuh Oliver.

Beruntung dengan luka-lukanya tersebut nyawa Oliver masih tertolong. Sang penolong adalah calon korbannya yang gagal ia copet tissuenya. Ia bernama  bapak Brownlow. Mr. Brownlow seorang tua yang kaya raya. Ia hanya tinggal bersama seorang pembantunya di sebuah rumahnya yang besar di London. Di Rumah pak Brownlow, Oliver diperlakukan layaknya anak.Pembantu pak Brownlow bersikap sangat baik terhadap Oliver. Di tempat pak Brownlw Oliver mendapat cukup makanan dan tempat tidur yang nyaman.

Sampai pada waktu perjamuan makan, Oliver yang belum sepenuhnya sembuh dari lukanya merasa berhalusinasi dengan sebuah lukisan perempuan di rumah bapak Brownlow. Entahlah apa yang ada di benaknya, tapi setiap Oliver menatap wajah di lukisan tersebut, Oliver seperti tersihir dan membuatnya tercenung. Dan alangkah kagetnya pak Brownlow ketika menatap wajah Oliver dan membandingkannya dengan wajah perempuan di lukisan yang berada di dinding ruang makan. Itulah yang kemudian, membuat pak Brownlow merasa perlu untuk menyingkirkan lukisan itu untuk sementara, karena ia merasa ada keanehan.

Oliver si pencopet tinggal di tempat pak Brownlow yang kaya raya. Pengacara pak Brownlow yang berwajah sinis melihat ini sebuah kesalahan. Sampai suatu saat, pengacara pak Brownlow itu megusulkan agar Oliver perlu di uji kelayakan untuk tinggal bersama keluarga Brownlw. Pengacara itu memberi tugas kepada Oliver untuk membawa uang 5 pounds yang digunakan utuk membeli bunga di sebuah toko. Apakah dia akan membeli bunga atau pergi berlari dan kembali ke komunitas pencopet????

Tunggu sinopsis ke II….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s