Pilkada (Pemilukada)

Posted: Mei 22, 2012 in Tak Berkategori

Gelombang reformasi yang menghantam bangunan otokrasi orde baru menemukan dirinya hancur sesaat gelombang krisis kapitalisme pada deakde 1998. Iklim demokrasi yang pro-pasar dihembuskan sebagai upaya mendukung sistem pasar yang menghendaki keterbukaan. Beberapa pilar demokrasi dikenalkan diberbagai negara dunia ketiga, termasuk Indonesia.

Demokrasi di Indonesia sendiri sebenarnya telah digadang-gadang oleh tokoh-tokoh pro reformasi jauh-jauh hari sebelum Soeharto tumbang. Namun begitu ternyata demokrasi politik itu tak membawa perubahan apapun pasca benar-benar diterapkan. Perubahan politik dari Soeharto ke wakilnya kemudia berlanjut dengan pemilihan Gusdur sama saja.

Pemilihan umum dan kontestasi politik berlangsung secara lebih vulgar, demokrasi politik menghadirkan banyak calon dan partai politik. Setelah sebeumnya kran politik benar-benar dibatasi dan selalu menguntungkan status Quo kini ranah politik bisa dihadiri banyak kontestan. Ya, sebagai sebuah struktur dan sistem politik baru demokrasi seperti membuka pintu lebar untuk ebrbagai perbedaan kepentingan dan pendapat.

Namun begitu demokrasi juga menemukan jalan buntu. pada level kontestasi politik maraknya politik uang masih belum bisa diminimalisir, bahkan semakin hari event-event politik dalam pemilu dan pemilu kepala daerah masih saja sarat dengan penonjolan menag-kalah saja.

Pemilukada hadir sebagai pengejawantahan demokrasi pada level daerah. Jalan yang ditemuipun sama dengan pemilu pada aras pusat, masih saja partai dengan calon yang menuruti kepentingan tertentu tersekat dengan garis-garis ideologis sempit.

Calon independent merupakan sebuah upaya ketika partai politik dianggap terjebak pada praktik oligarkhi kekuasaaan dan partai politik bercorak borjuasi, namun begitu tetaps aja calon independent meskipun dipandanga sebagai alternatif amsih kesulitan.

KPUD dibentuk, bahkan semua saran dan prasana pemilihan diatur dengan sangat ketat dan regulasi yang mengalami banyak revisi dan renovasi, namun tetap saja dalam posisi yang sama. Kontestasi dalam pilkada gagal membagi kue pendapatan. to be continued….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s