Membebaskan Awam Politik

Posted: Maret 29, 2012 in Tak Berkategori

Beberapa kali pemerintah telah membuat kebijakan yang tidak populer di kalangan rakyat. Penembakan Mesuji, Kenaikan harga BBM, Import beras, dan lain-lain. adanya kebijakan politik seperti itu, bagi orang kecil tentu sangat mengganggu dalam berusaha, petani dihargai murah berasnya, ketakutan untuk berdemonstrasi, dan mahalnya barang-barang di pasar. Singkat kata, kebijakan politik itu, secara tidak langsung selalu mempengaruhi kehidupan kita sebagai rakyat.

Kenapa sewaktu BBM naik hanya mahasiswa dan aktivis saja yang gembar-gembor tentang penolakan BBM, kenapa hanya elemen-elemen tertentu saja. Padahal sebagaimana kita tahu, dengan kenaikan harga bensin, soalar dan minyak lain itu, kita akan kesusahan untuk pergi-pergi karena uang untuk membeli bensin lebih banyak, selain itu dengan  naiknya harga bensin rakyat juga harus berfikir kembali untuk berbelanja barang-barang elektronik dan mewah lain karena daya beli kita menjadi berkurang sebab gaji kita tidak mengalami kenaikan.

Rakyat disengsarakan oleh negara. Hanya kelompok-kelompok tertentu saja yang bergerak, dimana petani, dimana buruh, dimana nelayan yang notabene mayoritas? ada yang salah dengan gerakan kita, ada yang belum sadar dengan situasi kita. ada yang sengaja membungkam suara-suara korban sehingga mereka malah sibuk berjibaku dengan dirinya sendiri dan lupa bahwa kebijakan politik itu bisa dirubah, dan rakyat kecil adalah kekuatan yang tidak dapat dkalahkan oleh kebijakan pemerintah, asal mereka bersatu.

Hidup semakin sulit, pendidikan yang semakin mahal, ke rumah sakit harus antre, naik bis harus berjibaku dengan penumpang lain, naik kereta harus yang ekonomi. Kenapa? Ada apa dengan fasilitas rakyat yang sangat buruk ini? padahal fasilitas umum itu, adalah satu-satunya cara kita mengetahui bendera Indonesia, dan patung simbol-simbol nasionalisme?

Ada yang merampok, ada yang mengambil dari sebagian besar orang dan mereka berdiri di tempat-tempat teduh, melakukan perjalanan wisata, tidur di hotel berkelas yang seperti merasa ada di tempat ternyaman. Ke luar rumah mereka berkendara mobil, makan mereka mampir di restoran-restoran mahal, dan sampai rumah mereka masuk ke ruang-ruang dengan fasilitas layaknya hotel bahan lebih nyaman lagi?

Pencuri-pencuri itu bersembunyi di balik jabatan dan lembaga merekalah para birokrat yan pandai korupsi padahal sudah digaji. Merekalah para priyayi yang hidup seperti raja-raja kecil!

Siapa bilang kita miskin karena nasib? Justru dari kekerasan kita kerja itulah kita menjadi miskin. justru dari setiap keringat yang kita hasilkan itulah kita semakin tertindas. karena upah-upah yang kita terima untuk menghasilkan baju, keramik, laptop, dan bahan-bahan kebutuhan untuk orang-orang itu tidak sesuai dan keuntungannya masuk ke tangan para konglomerat dan pengusaha. Kita telah dibohongi dalam kerja-kerja sehari-hari.

Pengusaha, negara, birokrat, polisi, semua bekerja untuk pemerintah bukan rakyat. Siapa yang menggaji polisi, siapa yang menggaji PNS, siapa yang menggaji para guru, mereka dibayar oleh pemerintah untuk membodohi rakyat yang tidak dibayar oleh siapapun. bahakan beras, sayur-sayuran, dan semua yang diproduksi para petani itu dihargai dengan sangat murah di pasar.

Rakyat kecil sudah terlalu lama mengalami penghisapan keringat. Terlalu lama kita dibodohi oleh situasi. Terlalu senang kita di bayar murah untuk memilih koruptor pada pemilu. Kini pemerintahan rakyat harus betul-betul direbut dari tangan-tangan penghisap. Mereka yang mau bekerja dan berbuat untuk kebebas-bebasan manusia itu harus dilakukan orang-orang yang mau bekerja. Rebut kuasa, salam sosialisme!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s