Lumpur Hidup Kapitalisme

Posted: Januari 1, 2012 in EKONOMI
Tag:, , , , ,

Kapitalisme seperti lumpur hidup, pelan namun pasti ia akan meneggelamkan siapa saja dan membunuh. Sebagai sistem ekonomi yang datang dari kelas pedagan (baca borjuasi). Sejarah kapitalisme menurut salah seorang tokoh pada awalnya adalah pelayan para raja dan sultan. Kelas pengusaha hanyalah pembantu negara yang bertugas mengatur pertukaran barang.

Kini kapitalisme telah menjadi gurita yang melebar, sebuah perusahaan dengan pola pembukaan anak cabang dan terus melakukan ekspansi ekonomi di bawah beberapa gelintir tangan. Kemudian sebuah usaha itu diturunkan untuk dikembangkan oleh anak cucu si kapitalis tersebut. Kita tidak punya tempat untuk banyak berwusaha, selain menerima menyesuaikan diri dengan sistim tersebut atau dengan kata lain menjadi sekrup-sekrup dalam mesin ‘penghisap’ yang dikelola para pengusaha itu.

Untuk dapat hidup layak, tidak bisa tidak kita harus berusaha menjadi para pemodal. Menjadi buruh atau karyawan di perusahaan asing seumur hidup tentu tidak ekonomis dan membebaskan ‘hidup’ kita. Kesadaran akses alat produksi harus mulai ditumbuhkan agar posisi kita baik secara ekonomi terjamin. Bagaimanapun, dalam sistim kapitalis yang berkembang saat ini, sedikitnya masih ada banyak celah untuk dihidupi seperti usaha-usaha di sektor informal, pertanian dengan managemen modern, peternakan dan banyak lagi. Saya masih cukup yakin, masih ada gerak yang bisa kita lakukan untuk melepaskan diri dari jerat ‘perburuhan’.

Melihat kapitalisme sebagai semata penghisapan adalah fatalis. Semangat yang timbul (baca etika protestan- Weber), dari sistim kapitalis untuk selalu bernafsu mengakumulai kapital dan menjadikan setiap barang yang laku sebagai komoditi adalah nyala semangat yang patut diapresiasi dari sistim ini. Kapitalisme mampu menggerakkan para Uebermensh-Nietszhe yang merasa bahwa para kapitalis adalah seorang superior.

Namun begitu, kapitalisme seperti yang digambarkan oleh Marx jauh lebih tepat. Bencana kapitalisme sebagai sistem penghisapan manusia atas manusia terbukti sampai hari ini (exsplotation d’ell home par ‘ll home). Bahwa terjadi kesenjangan antara pemilik dan pekerja dengan beroperasinya alat produksi memang benar. Bahwa manusia terbelah berdasarkan kelas, terbukti -99% dikuasi 1 % pemilik modal.

Sampai hari ini dimensi kapitalisme semakin meluas. Perangkat dan jebakan-jebakan ada di sekeliling kita. Sistim itu telah secara tidak sadar mengelilingi hidup kita, kecuali nafas dan perasaan bagi orang-orang yang mau berfikir kritis dan melihat kenyataan sosial dengan jernih. Kita telah dikepung dengan permainan pedagang untuk selalu bekerja, menunggu gaji, dan membeli tanpa sadar telah terasing dari barang yang kita produksi dan kehidupan kita sebagai manusia yang bebas dan memiliki kehendak bebas.

Hari ini semua dipaksa teratur, waktu ini semua serba ekonomis dan rasional kalau mau hidup. Sebab tribalisme dan primitivitas adalah sikap diam dan buruk, karena di tempat lain, eksploitasi terus berlangsung dalam pengerukan-pengerukan, produksi-produksi, penyerobotan-penyerobotan, dan perang untuk apa? untuk keuntungan lebih para pemilik usaha.

Kesimpulan:

Kapitalisme adalah sistim yang hidup dari kaum pedagang bukan produsen/ pembuat. Kapitalisme bekerja untuk mencari keuntungan dengan menukar uang menjadi barang, dan barang menjadi uang yang sudah ditambahi nilai lebih. Kapitalisme berkepentingan untuk menciptakan faktor-faktor produksi termurah dan berusaha mengurangi inefisiensi-inefisiensi dalam produksi. Tersedianya bahan baku semurah mungkin, pekerja yang, dan sarana penjualan termurah.

Sementara di sisi lain, faktor-faktor di luar perdagangan ekonomi disesuaikan agar selaras dengan kepentingan kelas kapitalis, termasuk pendidikan, kesehatan, keamanan, politik dll. Kenapa bisa? Sebab kapitalisme yang sudah berurat-akar sangat kuat telah membuat orang-orang terbelenggu fikiran dan eksistensinya sehingga menerima hidup dalam kapitalisme seperti sebuah kepastian dan anjuran. Tanya saja sekarang, cita-cita anak kecil itu!

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s