Membaca Nicos Poulantzas

Posted: Desember 16, 2011 in ARTIKEL COPY

Nicos Poulantzas adalah seorang sosiolog politik Marxis dari Yunani. Nicos lahir pada 21 September 1936 di Athena, Yunani dan meninggal pada 3 Oktober 1979 di Paris, Perancis. Pada dasawarsa 1970-an namanya bersama Louis Althusser dikenal sebagai pelopor Marxisme struktural, dan Leninis pertama yang menjadi proponen eurocomunist. Poulantzas dikenal dalam teorinya tentang negara. Tetapi pemikirannya juga sangat berkontribusi dalam analisis marxis tentang fasisme, kelas sosial dalam masa sekarang. Perhatian Poulantzas saat itu juga ditujukan pada kejatuhan kekuasaan diktator di Eropa Selatan terutama pada tahun 1970 an (Masa Franco di Spanyol, Salazar di Portugal, dan Papadopoulous di Yunani.

Kehidupan Pribadi
Nicos Poulantzas belajar ilmu hukum di Yunani dan berpindah ke Perancis dimana dia menyelesaikan studinya sehingga meraih gelar doktor dalam filsafat hukum. Dia menghubungkan ilmu sosiologi di University of Paris VIII dari tahun 1968 sampai dia meninggal dunia. Nicos menikah dengan novelis asal perancis bernama Annie Leclerc dan mempunyai seorang anak. Tragisnya Nicos meninggal akibat bunuh diri pada tahun 1979 dengan meloncat dari pintu kontrakan salah seorang kawannya di Paris.
Teori Negara
Teori Puolantzas tentang negara adalah sebuah reaksi dari sedikit revisinya atas Marxisme. Poulantzas menolak pandangan Instrumentalis Marxis yang melihat negara sebagai alat dan kaki tangan dari kelas yang berkuasa. Poulantzas tidak setuju dengan pandangan ini, karena ia melihat kelas kapitalis sebagai kelas yang  berorientasi keuntungan jangka pendek. Poulantzas berargumen bahwa kelas kapitalis tidak berfikir mengutamakan kekuatan kelasnya sehingga menjadi besar, dia menambahi jika terlalu menyederhanakan melihat kelas kapitalis adalah kelas yang mampu menjadi kekuatan yang besar sehingga mampu membuat negara tunduk kepada keinginan kelas kapitalis.
Poulantzas berargumen jika negara, memiliki otonomi relatif dari kelas pemodal, akhirnya ia berfungsi sebagai pelayan bagi beroperasinya masyarakat kapitalis, dimana hanya menguntungkan kelas pemilik alat produksi. Pada beberapa bagian lain, dia memfokuskan diri melihat bagaimana sebuah sistem pembedaan yang inheren sehingga sistem kapitalisme dapat hidup dengan stabilitas sosial yang sangat dibutuhkan kapitalisme untuk mereproduksi diri –melihat pada beberapa bagian nasionalisme sebagai alat yang mendatangkan pembedaan kelas dengan kapitalisme ini. Poulantzas sedikit banyak dipengaruhi pemikiran teoritisi Marxis kontemporer, Bob Jessop.

Dari Antonio Gramsci tentang ‘cultural hegemony’, Poulantzas berargumen jika gerakan represi yang dilakukan negara bukanlah solusi untuk negara. Kekuatan negara juga suatu kali harus memperhatikan pihak yang direpresi. Ini akan membentuk kesatuan kelas, dimana dengan mengelabui pertentangan posisi kelas, sama juga mengacaukan dengan keberadaan kelas penghisap, friksi kelas pekerja dalam situasi ini dapat menjalankan kepentingan kelas borjuis yang leluasa dapat mengkomunikasikan kebohongan-kebohongannya. Fragmentasi dalam sistem kelas ini, untuk Poulantzas, merujuk karakteristik kapitalisme tua dan beberapa kegunaan analisa politik harus dapat mengatasi konstelasi kepentingan dan kekuatan ini.

Contoh yang tepat untuk keterangan ini dapat dilihat dalam Poulantzas-analisa pengaruh dari New Deal di USA: kelas pembuatan kebijakan di USA, dengan mengakses beberapa permintaan pekerja (seperti peninkelas yang paling dominan nantinya akan membentuk sebuah ‘aliansi’ tehadap kelas yang terpinggir atau subordinat, ini dilakukan tidak lain agar mendapatkan perhatian dan simpati dari kelas yang disubordinasi. Pada karyanya yang terakhir, Poulantzas menganalisa istilah yang ia namakan ‘kelas petty borjuis yang baru’, istilah ini ia gunakan untuk menunjuk pada sebuah konsolidasi dari hegemony pihak pembuat kebijakan dan ketidakmampuan kelas proletariat untuk mengorganisasi dirinya.

 

gkatan upah minimu, perbaikan UU perburuhan, dll), sanggup membentuk sebuah aliansi diantara buruh dan fraksi pemodal dalam negara (Levine 1988). Ini sangat dibutuhkan untuk melanjutkan kapitalisme, jika kelas pembuat keputusan memaksa tidak mengakomodasi gerakan dari kelompok penekan, dan menghindari konsesi dengan pekerja, itu dapat membuat sebuah revolusi sosialis berlangsung.

Relevansi
Poulantzas menghasilkan sebuah analisa yang bernuansa struktur kelas pada era ketika internasionalisasi sistem produksi atau yang biasa dikenal dengan ‘globalisasi’ hari ini adalah pembesaran kekuatan dari buruh kepada kelas kapitalis. Pada banyak wilayah, dia melihat debat-debat penting pada bahasa kritik Marxian tentang ‘kelas’, ‘borjuasi’ dan ‘hegemoni’ menemukan titik relevansi dalam khasanah ilmu politik kontemporer dimana beberapa peneliti harus berfokus pada kesetiaan dan entitas obyektif. Bagaimanapun, dengan menempatkan analisa kelas pada jantung analisa politik, Poulantzas emngingatkan kita jika seorang teoretisi adalah seorang agen politik untuk dirinya dan jika isi dunia politik itu diisi dengan ideologi yang membuat kita bimbang, itu sama saja mendorong dirinya terpuruk.

Karya Utama
Poulantzas, Nicos. Political Power and Social Classes. NLB, 1973 (orig. 1968).

Poulantzas, Nicos. Fascism and Dictatorship: The Third International and the Problem of Fascism. NLB, 1974 (orig. 1970).

Poulantzas, Nicos. Classes in Contemporary Capitalism. NLB, 1975 (orig. 1973).
Poulantzas, Nicos. The Crisis of the Dictatorships: Portugal, Greece, Spain. Humanities Press, 1976.
Poulantzas, Nicos. State, Power, Socialism. NLB, 1978.

Poulantzas, Nicos. The Poulantzas Reader: Marxism, Law and the State, ed. J. Martin. Verso, 2008.

Diterjemahkan bebas dari link Nicos Poulantzas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s