Menata Fikir

Posted: Mei 15, 2011 in IDEA

Akan menjadi sangat sulit merubah masyarakat tanpa kapasitas intelektual yang memadahi. Saya menghindari kata-kata abstrak dalam hal ini. Dalam tulisan ini, saya ingin mengetengahkan pentingnya sebuah skema runtut memahami dan menindak strategi yang paling tepat.

Kondisi nyata di dunia ini dipengaruhi oleh pergulatan abadi antara dua pokok. Yang material barang-barang dan ide-ide atau gagasan. Dan bukan bermaksud memenangkan salah satu, materi barang lebih awal datang daripada ide. Bisa dibilang dari kondisi material ini ide-ide, inspirasi dan pikiran-pikiran untuk berubah dan merubah ini muncul.

Contoh: Manusia membuat sandal menemukan inspirasi dari adanya material-material alam sebagai bahan dasar membuat sandal. Ide-ide manusia datang untuk merubah bahan-bahan pembuat sandal dari sekedar potensi menjadi riil. Atau minuman Kopi yang dibuat seorang tukang nasi kucing datang, adalah percampuran antara kopi-kopi (objektif) dengan intelektualitas si pembuat (subjektif). Inilah dialektika pikiran yang memberi pengaruh atas apa-apa yang terjadi disekitar kita. Barang-barang yang ada dan mempunyai fungsi multiguna, hal itu datang dari dialektika alam dan manusia.

 

Kontradiksi dan Paradoks

Jika kontradiksi kita anggap dua hal bertentang tak terhindarkan dan salah satu paling benar, A atau B saja. Dalam paradoks kita bertemu pada dua pandangan yang punya kebenaran masing-masing.

“Seruan”, inilah panggilan menjawab paradoks (Snijder). Memperkenalkan seruan dari nurani dan aspek emosional yang pasti berpihak.

Contoh:

Siapa yang kita bela dalam sistem produksi bermodal alat produksi, Buruh atau majikan. sebenarnya ini ruwet kita ejawantah. Namun dengan menempatkannya dalam paradoks dan seruan. mudah saja kita jawab, “tentu saja kaum buruh, tani, sekerja”. Atau meloncat lagi dalam pendekatan yang lain-lain ideologi apapun pasti akan menolak pengkayaan sebagian kecil orang atas yang lain.

Logika

Ilmu berfikir yang tepat ditengah kerja di masyarakat tentu saja mempunyai jalinan yang bisa dekat atau jauh dengan ilmu alam (mekanis) atau psikologi (individual) yang wilayahnya kecil. sementara kita lupakan urusan diri dan jiwa dalam ranah tersebut. melangkah, kita tentukan bagaimana memperbaiki masyarakat secara tepat dan berhasil. Memikirkan masyarakat dengan pikiran murni (akal budi yang rasional), ini membutuhkan kejelian melihat bagaimana peran struktur dan lembaga yang berfungsi dalam tatanan suatu masyarakat. Bagaimana tatanan beroperasi, dan yang paling penting dilihat adalaha melihat bagaimana manusia secara umum ditempatkan dalam sistem ini.

Fanatisme Mazhab?

Kita baca dan mengenal berbagai macam mazhab dalam ilmu kemasyarakatan. benar ada struktualis, marxis, fungsionalis, idealis, semua-muanya tentu saja ada benarnya, karena ide yang datang dari jalinan logika manusia bersifat sangat fleksibel dan lentur. Mudah sekali bagi seorang pembaca dan penyuka teori yang giat mersumuskan cara berfikir yang masuk akal dan logis (?)

Hanya saja, kembali lagi pada kepentingan kita untuk “menempatkan masyarakat pada bidang kajian yang tepat”. Realitas misi pembebasan masyarakat ini, kita pegang satu mazhab yang menguntungkan untuk masyarakat, bukan pribadi saja. Liberal yang bebas atau marxis yang revolusioner.

Liberal VS Marxis 

Klaim-klaim liberalisme datang dari kutub mereka yang menghendaki kebebasan individual manusia. liberalisme datag membawa visi, pembebasan manusia secara individual. Dan inilah yang dalam prakteknya kita temukan tantangan kritik dari kubu marxisme dimana dikemukakan bahwa kenyataan liberalisme yang ada itu, salah arah. Sebab dalam sistem ekonomi kapitalisme-globalisasi-neoliberal yang cocok dan dianut oleh mazhab liberal ini, justru menjadi petaka kolektif yang bersifat massal dan menjadikan sebagian besar orang terbelenggu dalam kemiskinan absolute, menjadi kelas budak dengan privelege-privelege terbatas.

Masing-masing dapat kita perdalam melalui pembelajaran bermacam informasi. Sebelum menentukan kita mau setuju yang mana?

(Kita sambung lagi kapan… saya mau keluar dulu). Kritik saran silahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s