About International Labour Day (May Day)

Posted: April 28, 2011 in Tak Berkategori

International Labour Day on May 1st commemorates the historic struggle of working people throughout the world. We remember those revolutionary workers of Chicago in 1886 who, previously having to work twelve-fourteen hours, united to force the government to bring the legal working day down to eight hours. The police nevertheless fired bullets upon them, killing several and wounding many. This served as a lesson for the workers; it taught them which class the state and police served. Since then, class conscious workers all over the world remember the heroic sacrifices of the martyrs of Chicago, celebrate the achievement of the eight-hour working day and pledge to advance their struggle for emancipation from exploitation on May Day.

Hari Buruh pada umumnyadirayakan pada tanggal 1 Mei,dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari libur (di beberapanegara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruhuntuk merayakan keberhasilan ekonomidan sosial para buruh.

May Day lahir dari berbagai rentetanperjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutamadi negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat.Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknyakondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelaspekerja.

Pemogokan pertama kelas pekerjaAmerika Serikat terjadi di tahun 1806oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke mejapengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebutbekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untukmenuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di AmerikaSerikat.

Ada dua orang yang dianggap telahmenyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorangpekerja mesin dari Paterson, New Jersey. Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalumelanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja and para pengangguran, melobipemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjaditerkenal dengan sebutan “pengganggu ketenangan masyarakat”.

Pada tahun 1881, McGuire pindah ke St. Louis,Missouri dan memulai untukmengorganisasi para tukang kayu.Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago, dengan McGuiresebagai Sekretaris Umum dari “United Brotherhood of Carpenters and Joinersof America”. Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlianmereka kemudian merebak ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja dikota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap Senin Pertama BulanSeptember di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur.

Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruhpertama diadakan di kota New Yorkdengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jamistirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalammenyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebardan semua negara bagian merayakannya.

Pada 1887, Oregon menjadi negarabagian pertama yang menjadikannya hari libur umum. Pada 1894. Presider Grover Clevelandmenandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan September hari libur umumresmi nasional.

Kongres Internasional Pertamadiselenggarakan pada September 1866di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagaielemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutanmereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih padatahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimanabatasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, makakongres mengubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruhdunia.

Satu Mei ditetapkan sebagai hariperjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of OrganizedTrades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jamsehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titikmasif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation ofOrganized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesanaksi buruh di Kanada1872 [1],menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dandiberlakukan mulai 1 Mei 1886.

Peristiwa Haymarket

Peristiwa Haymarket, Polisimenembaki para demonstran disusul dengan perlawanan dari kaum buruh. Pada tanggal 1 Mei tahun 1886, sekitar 400.000buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntutpengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini berlangsung selama4 hari sejak tanggal 1 Mei. Pada tanggal 4 Mei1886. Para Demonstran melakukan pawai besar-besaran, Polisi Amerika kemudian menembaki para demonstran tersebut sehingga ratusan orangtewas dan para pemimpinnya ditangkap kemudian dihukum mati, para buruh yangmeninggal dikenal sebagai martir.Sebelum peristiwa 1 Mei itu, di berbagai negara, juga terjadipemogokan-pemogokan buruh untuk menuntut perlakukan yang lebih adil dari parapemilik modal.

Kongres Sosialis Dunia

Pada bulan Juli 1889, Kongres SosialisDunia yang diselenggarakan di Parismenetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia danmengeluarkan resolusi berisi:

  • Sebuah aksi internasional besarharus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kotapada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam perhari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejaktahun 1890, tanggal 1 Mei, yangdiistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagainegara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka.

Hari Buruh di Indonesia

Ibarruri Aidit (putri sulung D.N.Aidit) sewaktu kecil bersama ibunya pernah menghadiri peringatan Hari BuruhInternasional di Uni Sovyet, sesudah dewasa menghadiri pula peringatan Hari BuruhInternasional 1 Mei 1970 di Lapangan Tian An Men RRC pada peringatan tersebutmenurut dia hadir juga Mao Zedong, Pangeran Sihanouk dengan istrinya RatuMonique, Perdana Menteri Kamboja Pennut, Lin Biao (orang kedua Partai KomunisTiongkok) dan pemimpin Partai Komunis Birma Thaksin B Tan Tein.

Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baruhari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakanhari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Inidisebabkan karena gerakan buruh dihubungkandengan gerakan dan paham komunis yang sejak kejadian G30S pada 1965 ditabukan diIndonesia.

Semasa Soeharto berkuasa, aksi untukperingatan May Day masuk kategori aktivitas subversif, karena May Dayselalu dikonotasikan dengan ideologi komunis.Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yangsebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsipantikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannyasebagai hari libur nasional.

Setelah era Orde Baru berakhir,walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan olehburuh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota. Kekhawatiran bahwa gerakan massaburuh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyatatidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori”membahayakan ketertiban umum”. Yang terjadi malahan tindakan represif aparat keamananterhadap kaum buruh, karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yangmenganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi gerakan komunis.

2006

Aksi May Day 2006 terjadi diberbagai kota di Indonesia, seperti di Jakarta,Lampung, Makassar, Malang, Surabaya,Medan,Denpasar,Bandung,Semarang,Samarinda,Manado,dan Batam.

Di Jakarta unjuk rasa puluhan ribuburuh terkonsentrasi di beberapa titik seperti Bundaran HI dan Parkir Timur Senayan,dengan sasaran utama adalah GedungMPR/DPR di Jalan Gatot Subroto dan Istana Negara atau IstanaKepresidenan. Selain itu, lebih dari 2.000 buruh juga beraksi di Kantor WaliKota Jakarta Utara.Buruh yang tergabung dalam aksi di Jakarta datang dari sejumlah kawasanindustri di Jakarta, Bogor,Depok,Tangerang,dan Bekasi(Jabodetabek) yang tergabung dalam berbagai serikat atau organisasi buruh.Mereka menolak revisi Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaanyang banyak merugikan kalangan buruh.

2007

Pawai Hari Buruh 1 Mei 2007 di Jakarta

Di Jakarta, ribuan buruh, mahasiswa,organisasi kepemudaan, dan masyarakat turun ke jalan. Berbagai titik di Jakartadipenuhi para pengunjuk rasa, seperti Kawasan Istana Merdeka, GedungMPR-DPR-DPD, Gedung Balai Kota dan DPRD DKI, Gedung Depnaker dan Disnaker DKI,serta Bundaran Hotel Indonesia.

Di Yogyakarta,ratusan mahasiswa dan buruh dari berbagai elemen memenuhi Kota Yogyakarta.Simpang empat Tugu Yogya dijadikan titik awal pergerakan. Buruh dan mahasiswaberangkat dari titik simpul Tugu Yogya menuju depan Kantor Pos Yogyakarta. Di Solo, aksi dimulai dariPerempatan Panggung yang dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Bundaran Gladagsejauh 3 km untuk menggelar orasi lalu berbelok menuju Balaikota Surakarta yangterletak beberapa ratus meter dari Gladag. Aksi serupa juga digelar oleh duaratusan buruh di Sukoharjo. Massa aksi tersebut mendatangi Kantor Bupati danKantor DPRD Sukoharjo. Di Bandung, para buruh melakukan aksi di Gedung Sate dan bergerakmenuju Polda Jawa Barat dan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Dinaskertrans) Jawa Barat. Di Serang, ruas jalan menuju Pandeglang, Banten, lumpuh sejakpukul 10.00 WIB. Sekitar 10.000 buruh yang tumplek di depan Gedung DPRD Bantenmemblokir Jalan Palima. Di Semarang, ribuan buruh berunjuk rasa secara bergelombang sejakpukul 10.00 WIB. Mengambil start di depan Masjid Baiturrahman di KawasanSimpang Lima, Kampus Undip Pleburan, dan Bundaran Air Mancur di Jalan Pahlawan,lalu menuju gedung DPRD Jawa Tengah. Sekitar 2 ribu buruh di kota Makassar mengawali aksinyadengan berkumpul di simpang Tol Reformasi. Dari tempat tersebut, merekakemudian berjalan kaki menuju kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo. Di kotaPalembang,aksi buruh dipusatkan di lapangan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera). Di Sidoarjo,ratusan buruh yang melakukan aksi di Gedung DPRD Sidoarjo, Jawa Timur. Ribuanburuh di Pekalonganmelakukan demo mengelilingi Kota Pekalongan. Aksi dimulai dari Alun-alunPekauman Kota Pekalongan, melewati jalur pantura di Jalan Hayam Wuruk, danberakhir di halaman Gedung DPRD Kota Pekalongan. Longmarch dilakukan sepanjangsekitar enam kilometer. Di Medan, sekitar 5 ribu buruh mendatangi DPRD Sumut danPengadilan Negeri Medan.

Pawai Hari Buruh 1 Mei 2008 di Jakarta

2008

Sekitar 20 ribu buruh melakukan aksilongmarch menuju Istana Negarapada peringatan May Day 2008 di Jakarta. Mereka berkumpul sejak pukul 10 pagidi BundaranHotel Indonesia.

Sementara itu 187 aktivis JaringanAnti Otoritarian dihadang dan ditangkap dengan tindakan represif oleh personilPolres Jakarta Selatan seusai demonstrasi di depan Wisma Bakrie, saat hendakbergabung menuju bundaran HI. Di Depok, 5 truk rombongan buruh yang hendakmenuju Jakarta ditahan personel Polres Depok. Di Medan, polisi melarang aksidemonstrasi dengan alasan hari raya Kenaikan Isa Almasih. Aksi buruh diYogyakarta juga dihadang Forum Anti Komunis Indonesia.

Aksi ini dilakukan oleh pelbagaiorganisasi buruh yang tergabung Aliansi BuruhMenggugat dan FrontPerjuangan Rakyat, serta diikuti berbagai serikat buruh danorganisasi lain, seperti AliansiJurnalis Independen (AJI) Jakarta, Buruh Putri Indonesia, KesatuanAlinasi Serikat Buruh Independen (KASBI), Serikat Pekerja Carrefour Indonesia,Serikat Buruh Jabotabek (SBJ), komunitas waria, organ-organmahasiswa dan lain sebagainya.

Pawai Hari Buruh 2009 di Jakarta

2009

Belasan ribu buruh, aktivis danmahasiswa dari berbagai elemen dan organisasi memperingati Hari Buruh Seduniadengan melakukan aksi longmarch dari Bundaran HI menuju Istana Negara, Jakarta.Aksi ini tergabung dalam dua organisasi payung, Front Perjuangan Rakyat (FPR)dan Aliansi Buruh Menggugat (ABM). Ribuan buruh yang tergabung dalam ABM,tertahan dan dihadang oleh ratusan aparat kepolisian sekitar 500 meter dariIstana.

2010

Bertepatan dengan Hari BuruhInternasional, ribuan pengunjuk rasa melakukan unjuk rasa di BundaranHotel Indonesia di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.Dari Bundaran HI, mereka kemudian bergerak ke depan Istana Negara.[8].Mereka menuntut akan jaminan sosial bagi buruh. Kalangan buruh menganggappenerapan jaminan sosial saat ini masih diskriminatif, terbatas, danberorientasi keuntungan.

Di depan Istana, sempat terjadikericuhan yang berlangsung sekitar 15 menit pada pukul 14.00 WIB. Petugaskepolisian mengamankan dua orang pengunjuk rasa untuk dimintai keterangan.Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang, keduademonstran tersebut berasal dari salah satu lembaga antikorupsi, KAPAK (KomiteAksi Pemuda Anti Korupsi). Setelah insiden itu, secara umum kondisi aksi unjukrasa berjalan kondusif kembali hingga selesainya aksi pada pukul 16.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s