Narasi Agung Tiga Teori Sosial Hegemonik (1)

Posted: Desember 20, 2010 in CATATAN-CATATAN

Tiga Tradisi teori sosial dalam sosiologi: Struktural fungsional, Struktural konflik dan teori konstruksionisme hadir sebagai sebuah narasi agung.
Sebagai langkah untuk memahami pola-pola, kategorisasi (pengelompokan) dan memahami arah pemikiran seorang individu dalam menghadapi persoalan hidupnya kita membutuhkan teori. Namun hal tersebut tidak berarti bahwa teori hanya digunakan oleh kalangan expert saja. Bahkan manusia awam sekalipun pasti tidak lepas dari kerangka mitos, dan pandangan subjektif dalam menghadapi kenyataan hidupnya.

Baiklah secara umum dalam mempelajari ilmu tentang masyarakat, ada 3 perspektif teori agung yang umum digunakan dalam melihat realitas.

A. Teori Struktural Fungsional
Tokoh-tokoh:
Talcott Parsons August Comte (bapak sosiologi -aliran positivistik), Emile Durkheim, Herbert Spencer, Malinowski, Radcliffe Brown, Charles Darwin, Saint Simon, Frederic le Play, Ludwig gumplowitz, C. Geertz, Max Weber, Robert K. Merton, -Neo fungsionalisme (Jeffrey C. Alexander, Paul Colomy, Smelser, N. Bellah, Lowenthal, Garfinkel,
4 Asumsi Dasar:
perspektif ini menganalogikan masyarakat sebagai tubuh (biologis) dengan masing-masing bagian memerankan fungsi tertentu.
1. Setiap masyarakat merupakan suatu struktur unsur yang relative gigih dan stabil
2. Mempunyai struktur unsur yang terintegrasi dengan baik
3. Setiap unsure dalam masyarakat mempunyai fungsi, memberikan sumbangan pada terpeliharanya masyarakat sebagai suatu sistem.
4. setiap struktur sosial yang berfungsi didasarkan pada konsensus mengenai nilai di kalangan para anggotanya.
Penjelasan Perspektif Struktural Fungsional Mengenai Masyarakat
Perspektif ini melihat masyarakat sebagai susunan bagian-bagian yang saling berhubungan dan bekerjasama dalam memelihara stabilitas dalam masyarakat (Kendall,1998).
Perspektif ini memandang masyarakat sebagai suatu jaringan kelompok yang bekerjasama secara terorganisasi. Jaringan kelompok tersebut bekerja dalam suatu cara yang relatif teratur berdasarkan aturan dan nilai yang dianut oleh sebagian besar masyarakat. Dan untuk mencapai sistem kerja tersebut maka setiap kelompok dalam masyarakat akan melaksanakan tugas tertentu secara kontinu. Tugas tersebut merupakan cerminan dari apa yang disebut sebagai fungsional.
Aplikasi Teori
Teori struktural fungsional dipraktekkan, dalam menjelaskan modernisasi. Bahwa ada negara maju dan negara berkembang yang kesemuanya linear. Dan inilah yang memicu kritik struktural fungsional dari teori lain yang masih dalam satu paradigma fakta sosial, yakni teori struktural konflik yang di pelopori Oleh karl heinrich marx. bahwa evolusi menuju tertib sosial, kohesi, integrasi, harmoni dan solidaritas tidak melihat kemungkinan terjadinya perubahan sosial di masyarakat.
Pengaruh pemikiran:
a. naturalisme (melihat semua hal yang ada di dunia ada sebabnya).
b. rasionalisme yang berasumsi bahwa manusia mempunyai akal untuk menjelaskan sebab-sebab sesuatu.
c. positivisme/empirisme yang berasumsi bahwa sesuatu dapat diobservasi dan diukur secara empiris.
d. evolusi sosial, yang berasumsi bahwa proses dorongan yang perubahan dengan suatu pola tertentu.
e. social reform, asumsinya yakni suatu perubahan kearah yang lebih baik melahirkan ide tentang perubahan yang bersifat linear.
f. konformisme yang mengasumsikan bahwa setiap individu dalam masyarakat akan menyesuaikan diri dengan kehendak umum. (Hal. 44-45).

Kritik Struktural Fungsional
1. Terlalu menekankan tingkat dimana masyarakat manusia harus harmonis, stabil dan terintegrasi dengan baik.
2. karena terlalu menekankan kepada tertib sosial ia mengabaikan kemungkinan konflik yang nyata pada sebagian besar masyarakat.
3. Ceenderung melanggengkan kondisi homeostatis dan pro-status quo.
4. terlalu terfokus pada titik masa tertentu (masa kini) sehingga cenderung a historis.
5. karena a historis ia kesulitan dalam menerangkan perubahan sosial. (Sanderson, 1991: hlm 7-8).
inspired by (Zainuddin Maliki books, LPAM:2004)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s