Orkhestra Malam

Posted: September 14, 2010 in Tak Berkategori

Lebih dalam kuhisap rokok kretekku. Irama lagu kesukaan tak seperti teman lagi. Disharmoni menyebar ke ruang kerja, tempat buku-buku lusuh dan sepasang meja-kursi tua. Hari hidupku, oh… sepertinya kualami keterputusan.
Cinta
Kemarin kau paksa aku diam tak mengisyaratkan asmaraku. Padahal, Kau duduk tepat di depanku dengan gaun mesum. Pecahan sesal, masih tercecer di jiwaku.
dan Hari ini aku marah. Tak ingin mendapatkanmu lagi. Kau atau perempuan siapaun.
Kerja Sosial
Penjara itu bernama masyarakat. Hamba yang merasa mulia mengabdi demi anak-anak kecil di dusun terpencil? Tapi dimata mereka, hamba hanya kekonyolan yang pantas ditertawakan hua..huahua….
Orang-orang Terdekat
Kau keluargaku, mestikah mencampuri urusanku. mengobrak-abrik ketidakkonsistenanku. menggugat ketidakmapananku. menonjokku keras sampai memojok, berdarah di sudut-sudut kamar menahan darah muncrat.
Salatiga-Sebuah Memoar keputusasaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s