Megaproyek Kedung Ombo: Nostalgia & Rekonstruksi Rakusnya Negara Orde Baru

Posted: Agustus 15, 2010 in Tak Berkategori

Kasus kedungombo merupakan borok sejarah pemerintah orde baru. Pemerintah membangun kedungombo dari bantuan bank dunia. sampai saat ini uang ganti rugi tanah masih belum diterima. atau ada, warga dibayar sangat rendah untuk tanah yang tergusur.

Kasus kedungombo juga melibatkan kekerasan secara sistematis oleh aparat negara. keterlibatan oknum bersenjata masa Orba itu, harusnya menjadi kasus HAM hari ini. Warga KedungOmbo masih mengalami trauma akibat baik itu represi secara fisik ataupun psikologis. warga Kedung Ombo banyak yang mati ngenes.

Desa Kedung pring merupakan sebuah desa baru. Kedungpring berdiri sebagai akibat dibangunnya kawasan waduk di Kedung Ombo. Wraga Desa Kdg. Pring tinggal di kawasan milik perhutani. Rumah-rumah warga sangat sederhana dan memprihatinkan. Jalan yang rusak dan terisolasi dari kehidupan normal.

Gerakan Petani Kedung Ombo

Gerakan petani merupakan reaksi atas situasi ketertindasan petani. seperti pada penelitian saya tentang gerakan petani di Salib Putih. karakteristik aktor antara petani Salib Putih-Salatiga dengan KedungOmbo tidak begitu jauh. mereka sama-sama dari kultur Mataraman yang relatif lebih kompromis.

Dari Liputan Kompas pada tahun 2001 (lihat di indonesia-p@indopubs.com) gugatan ke MA dilakukan oleh 34 warga Kedungpring tahun 1991. Gugatan senilai Rp 7 milyar itu dikabulkan oleh MA tahun 1993, lewat keputusan Hakim Agung Prof Asikin Kusumaatmaja SH. Namun, putusan itu dianulir sendiri oleh MA tahun 1994, setelah Pemda Jawa Tengah menyampaikan peninjauan kembali (PK).

Fakta-fakta di lapangan seharusnya mamapu menjadi dokumen penyemangat yang membiakkan potensi gerakan petani di KedungOmbo. Petani disini memiliki akar kesejarahan yang kuat untuk kembali menuntut hak-haknya yang diambil (terutama dari negara). masalahnya kini siapa yang mau dan mampu mewujudkan keadilan di tanah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s