Idealisme Nasi

Posted: Juni 26, 2010 in OLEH-OLEH

Di dekap malam, remang lampu kamar 5 watt
Kantuk yangmenyesaki Tubuh hingga perlahan kaku, membatu….
Fikiran bengal menolak tidur tepat waktu
berontak melayang di atap renungan,
“ah, kupikir 23 belum terlalu tua?? Untuk tak memikirkan nasi”

kukejar dan kukerjakan, Idealisme primitif…
Mendidik anak desa di tengah hijau huma,
Namun, Kurasa aku puas dengan semua ini
Segala keterbatasan ini…

6 bulan tak memikirkan, mendapatkan dan mengerjakan apapun. Orng terdekat bilang, “Kau Lelaki yang menyedihkan”.
Tapi biarlah, Kau bukan aku. Kau dan aku tak pernah ketemu. Kau yang tak pernah menemukan bahagia dari kata ‘rela’.

Komentar
  1. camera mengatakan:

    hm…terkadang sulit sih emang nemuin kebahagiaan dalam kerelaan,,,salam hangat,,,

  2. Paguyuban Petani Al-Barokah mengatakan:

    salam hangat. semoga kita termasuk orang yang menemukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s