HUKUMAN MATI: SEBUAH KAJIAN AWAL

Posted: Januari 19, 2010 in OLEH-OLEH


Dalam lintas sejarah hukum masa lalu, panorama pembunuhan, peperangan yang berujung kepada kematian antarindividu dan kelompok telah mengisi ruang-ruang peradaban manusia.
Patut disangsikan apakah manusia merupakan individu yang mempunyai perasaan-perasaan yang berbeda dengan binatang. Benarkah humanisme dan seluruh nilai dan norma yang selalu dilekatkan dalam jiwa kemanusiaan itu telah benar-benar ada pada setiap manusia.
Kekejian pembunuhan oleh manusia terhadap manusia memang merupakan sesuatu yang ditolak oleh manusia. Hati nurani umum secara naluriah senantiasa menginginkan sebuah tatanan yang adil tanpa konflik (pursuit of Happiness). Namun, tidak dapat disangkal bahwa kedamaian dan kebahagiaan sebagai sebuah tujuan tersebut merupakan sebuah perspektif yang ideal. Kerapkali manusia berkompetisi dengan manusia lain (liyan) untuk memenuhi kepentingan sempit individual maupun kolektif.
Hukum Kematian
Pranata Hukum sebagai sebuah bagian dari kekuasaan mempunyai tugas menjamin berlangsungnya tertib sosial di masyarakat. Di dalam hukum terangkum perturan perundangan, aktor dan sarana-sarana hukum seperti keadilan kejaksaan dan lain-lain.
Dalam tata pemerintahan kita, hukum selain sebagai sarana legal melakukan paksaan juga menjadi aparat opresif dari pemerintah. Disinilah kerapkali hukum berdiri condong pada aparat milik negara yang tidak dapat netral. Aparat hukum pada konteks negara ini, telah berfungsi politis. Hukum sebagai sarana legal kekuasaan (status Quo) untuk melanggengkan kekuasaan.
Persoalan keadilan masyarakat dan persinggungan hukum

Institusi merupakan sebuah bangunan yang didalamnya terdapat aktor-aktor yang mempunyai kepentingan-kepentingan otonom (Giddens: strukturasi). Adanya individu-individu yang rakus acapkali justru hanya menjadikan hukum sebagai alat dan prasarana melakukan penyimpangan demi tujuan individualnya.
Fenomena umum yang seringkali mengusik nurani masyarakat terkait kasus hukum ini dapat dilihat pada beberapa kasus seperti, tidak tuntasnya kasus yang melibatkan nama-nama besar pejabat. sedangkan disisi lain, masyarakat kecil terpaksa harus menerima nasib yang pedih mendekam dipenjara selama bertahun-tahun akibat kasus-kasus yang sepele.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s